
only-you
aku, kau, dan dia
kita pernah tertawa bersama
merasakan peluh
dan kau terus memberi semangat yang membara
membiarkanku tetap ada disini
dengan perjalanan yang akan kita tempuh
Kita saling menahan emosi
walaupun telah terbaca mata
tapi kau tetap berkata ‘tidak’
dengan senyuman yang membuatku tetap disini
karena kita katakan: ini persaudaraan
saat aku tak sanggup berjalan dan mulai merangkak
kau dan dia menggenggam tanganku
mengangkat bebanku
berjalan menyusuri sungai kita
karena kita katakan: ini persaudaraan
saat aku sendiri
mungkin juga kau sendiri
atau mungkin dia juga sedang sendiri
kita akan merasakan rindu dengan senyuman yang pernah kita ukir bersama…
karena kita katakan: ini persaudaraan
Saudaraku…
bolehkah aku bertanya:
saat aku merasakan jenuh
menghindar sejenak dari semuanya
bukan hanya pergi dari sisi kalian
tapi dari segala yang lain
masih adakah tempat untukku dirumah kita?
Rumah yang kauanggap tak pernah kurawat itu?
karena kita pernah katakan: ini persaudaraan…
karena kita pernah saling memanggil: saudaraku!
sekarang,,,ini terjadi padaku…
setelah aku pergi dan akan kembali
kenapa pertanyaan itu belum juga terjawab saudaraku?
kenapa aku merasa
kita tak pernah katakan: ini persaudaran…
yang dulu pernah kita banggakan bersama
di depan alam liar yang kita lalui
di hadapan gua, tebing, dan hutan kita
apakah smuanya telah menjadi debu dan pergi bersama angin
atau terbawa kabut puncak merapi dan terbakar belerang?
kemana perginya persaudaraan kita?
biar kucari,,,
agar kita akan selalu berkata :ini persaudaraan…