Letih dan dingin tubuh ini
menjejakkan langkah gontai
menuju tujuh puncak yang begitu panjang
hanya peluh jadi saksi
pendongeng ulung yang kan menceritakan kisah tiada akhir
Oh merbabu dimana puncak tertinggimu?
Angan seakan jadi raja penyemangat
bersama jabatan tangan si pencinta
tenda-tenda tua pelindung malam
dan secuil api penghangat
aku meniup bara
menapak pada Merbabu
Oh merbabu dimana puncak tertinggimu?
Ketika malam menjelang
kabut senja turun perlahan
hati ini mulai gundah
menanti fajar yang ‘kan menuntun hingga singgasana yang ditunggu
Padang rumput,
bunga merah,
bukit hijau,
seperti pujangga yang menemukan kekasihnya
banyak syair kan terucap
mengatakan kata cinta yang tiada habisnya
“Merbabu, biarkan aku memuji keindahanmu”

isackfarady
Mei 17, 2011 at 9:58 am
Ah… Foto kita ga dimasukin…
familuphz
Mei 17, 2011 at 10:07 am
hahahaha…cuma foto itu yang tertinggal ma wd bang… abang masih ada??wd minta lah…secara wd lagi jenix tuh di merbabu merapi…wkwkwkwkwk